Hemat Listrik

Panduan Cara Menghemat Listrik

Seiring dengan semakin majunya teknologi, sebagian besar aktivitas yang kita lakukan tidak bisa terlepas dari penggunaan listrik. Bukan hanya sebagai sumber energi untuk penerangan di malam hari, listrik juga diperlukan untuk mendukung pekerjaan seperti menyalakan komputer, mesin hingga sebagai sarana hiburan. Lalu, bagaimana cara hemat listrik untik menghindari tagihan membengkak setiap bulannya?

Untuk kamu yang tidak ingin tagihan naik dan token boros, ada beberapa cara hemat listrik yang bisa kamu coba. Simak ulasan singkat dari Credo berikut ini!

Gunakan Lampu dengan Bijak

Cara hemat listrik yang mungkin paling sering kamu dengar adalah dengan mematikan lampu ketika tidak digunakan. Baik pada siang hari atau malam hari. Cara bijak lain yang bisa kamu terapkan terkait penggunaan lampu adalah dengan menggunakan lampu hemat energi seperti LED. Kalau memungkinkan, gunakan armature atau relfektor untuk menerangi beberapa bagian rumah tanpa harus menggunakan banyak bola lampu sekaligus.

Prioritaskan Sumber Udara dan Cahaya Alami di Siang Hari

Selain lampu, alat elektronik lain yang kerap memakan daya cukup besar adalah penggunaan AC. Sebagai opsi yang lebih hemat energi, kamu bisa memanfaatkan sirkulasi alami yang ada di dalam rumah baik dengan cara membuka jendela atau menggunakan perangkat elektronik yang lebih hemat listrik seperti exhaust fan dan kipas angin.

Gunakan Rice Cooker dengan Cermat

Salah satu perangkat elektronik yang hampir tidak pernah berhenti beroperasi adalah rice cooker atau penanak nasi. Kebiasaan masyarakat kita adalah membiarkan perangkat ini selalu berada dalam mode penghangat selama isi di dalamnya masih ada. Padahal ini bisa menguras daya listrik di rumah kamu.

Gunakan rice cooker hanya untuk memasak nasi. Setelah matang, matikan rice cooker dan nyalakan ketika sudah tiba waktu makan. Masaklah nasi secukupnya agar kamu tidak perlu menyalakan rice cooker terus menerus karena khawatir nasi di dalamnya akan basi.

Pilih AC Hemat Energi

Bagi kamu yang tinggal di rumah dengan sirkulasi udara buruk, memasang AC mungkin jadi satu-satunya cara untuk bertahan dari udara panas di siang hari. Dalam situasi seperti ini, pilihlah AC yang memiliki label hemat energi atau low watt. AC yang menggunakan teknologi inverter juga lebih sedikit memakan arus.

Selain memilih AC yang tepat, pastikan kamu mematikan AC kalau ruangan kosong. Ketika AC menyala, tutup semua pintu, jendela dan ventilasi agar ruangan bisa dingin dengan maksimal. Pengaturan suhu yang dianjurkan untuk penggunaan AC hemat energi biasanya berkisar antara 24 sampai 26 derajat Celsius.

Menggunakan Kulkas Sesuai Kebutuhan

Tahukah kamu kalau setiap kali kamu membuka kulkas, sebanyak 30% udara dingin yang ada di dalamnya akan keluar? Ketika udara ini lepas, kulkas membutuhkan daya lebih untuk mengembalikannya ke suhu asal. Artinya, ini memerlukan daya yang tidak sedikit. Itulah sebabnya kamu tidak disarankan untuk membuka atau menutup kulkas terlau sering.

Cara hemat listrik lainnya lewat penggunaan kulkas bisa kamu lakukan dengan tidak memasukkan makanan atau minuman dalam keadaan panas ke dalam kulkas. Hindari mengisi kulkas terlalu penuh atau membiarkannya kosong.

Pasang Instalasi Listrik Seefektif Mungkin

Apabila anda masih dalam tahap pembangunan rumah, serahkan pemasangan instalasi listrik ke orang-orang yang berkompeten. Seperti Mase Credo yang memiliki pengetahuan tentang standar pemasangan listrik yang berlaku di Indonesia. Dengan keahlian tersebut instalasi listrik di rumah tidak asal menyala, karena semua telah diperhitungkan sedemikian rupa. Sehingga risiko korsleting listrik di rumah dapat diminimalisir.

Itulah beberapa cara hemat listrik yang bisa kamu coba terapkan mulai sekarang. Ingat, menghemat listrik bukan hanya tentang menghemat pengeluaran bulanan kamu tapi juga tentang menghemat sumber energi agar bisa kita gunakan secara berkesinambungan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top