Instalasi Grounding Listrik

Pentingnya Grounding Listrik

Grounding atau yang dalam bahasa Indonesia disebut pentanahan merupakan salah satu istilah yang umum dalam sistem instalasi yang dilakukan oleh tukang listrik. Istilah ini mengacu pada proses pembenaman sambungan baik kabel maupun perlengkapan lain ke dalam tanah. Pentingnya grounding listrik tidak hanya bagi perlengkapan listrik itu sendiri tapi juga bagi manusia yang ada di sekitar tempat instalasi.

Proses grounding dilakukan dengan cara membenamkan elektroda penghantar ke dalam tanah. Langkah ini dilakukan agar ketika ada daya listrik yang sangat besar termasuk petir yang muncul, bisa dinetralkan ke tanah sehingga tidak mengganggu instalasi listrik dan orang-orang di sekitarnya.

Standar Grounding pada Sistem Kelistrikan

Elektroda yang digunakan untuk grounding listrik biasanya dibuat dari material yang sifatnya konduktor, tahan korosi dan cukup kuat seperti tembaga atau baja. Agar pemasangan grounding bisa secara maksimal menghantarkan listrik ke bumi, kabel yang dipakai harus benar-benar terhubung ke tanah (tanpa resistansi).

Tapi pada penerapan di lapangan, sulit sekali mendapatkan grounding yang benar-benar sempurna. Agar memudahkan, maka dibuat standar hambatan (resistansi) maksimum kabel grounding yang nilainya adalah 5 ohm. Aturan ini sesuai dengan PUIL 2000 yang hingga sekarang masih digunakan. Selain itu, sistem tahanan grounding juga harus bisa bekerja dengan baik di segala musim.

Dalam instalasi listrik, ada 4 komponen yang harus di-grounding yakni:

  • Titik netral dari transformator atau generator. Ini dibutuhkan untuk proteksi terutama yang berhubungan dengan gangguan hubung tanah
  • Kawat petir di bagian atas transmisi. Pada dasarnya, kawat petir ini berfungsi sebagai lightning arrester. Tujuan grounding adalah agar petir yang menyambar pada kawat bisa dialirkan ke tanah lewat kaki tiang saluran transmisi
  • Semua komponen instalasi yang berbahan logam yang rawan disentuh oleh manusia
  • Komponen pembuangan listrik dari lightning arrester. Grounding pada bagian ini penting agar lightning arrester bisa berfungsi dengan baik dalam mengantarkan muatan listrik dari petir ke tanah.

Manfaat Grounding Listrik

Grounding dalam instalasi listrik sangat penting baik untuk instalasi tegangan tinggi, pabrik bahkan rumah. Ada beberapa manfaat tentang pentingnya grounding listrik yang perlu kamu ketahui antara lain:

  • Sebagai sistem keselamatan. Instalasi listrik sangat rentan terhadap berbagai masalah seperti kebocoran isolasi, sambaran petir sampai percikan api karena korsleting. Adanya grounding akan melindungi peralatan listrik dan orang-orang dari sengatan baik karena tegangan langkah maupun tegangan sentuh
  • Pada instalasi listrik rumahan, adanya grounding akan melindungi perangkat listrik rusak 
  • Menstabilkan kembali tegangan serta meminimalisir adanya risiko flashover ketika transient
  • Untuk acuan dalam mengukur tegangan.

Arus listrik cenderung mencari aliran listrik yang mudah dilalui. Ketika arus yang datang sangat besar, bumi atau tanah adalah tempat yang paling cocok untuk membuang kelebihan daya yang ada.

Fungsi grounding untuk menstabilkan tegangan sebenarnya bukan fungsi langsung. Keberadaan titik grounding akan membuat sumber informasi pengukuran tegangan antar hubungan terminal listrik lebih mudah diketahui.

Untuk kamu yang berencana memasang instalasi kelistrikan di rumah atau bangunan lain, jangan lupa tanyakan kepada tukang listrik apakah mereka sudah memasangnya. Adanya sistem grounding ini tidak hanya memastikan penggunaan listrik di rumah kamu aman untuk peralatan elektronik, tapi juga untuk seluruh penghuni rumah. Semoga informasi tentang pentingnya grounding listrik ini bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top