Penangkal Petir

Pentingnya Memasang Penangkal Petir

Saat hujan datang, selain banjir, sambaran petir adalah salah satu momok yang menakutkan. Selain berpotensi merusak bangunan dan peralatan elektronik, tegangan listrik yang dibawa oleh petir juga berbahaya bagi manusia. Di sinilah pentingnya penangkal petir sebagai pelindung.

Apa itu penangkal petir? Penangkal petir merupakan rangkaian jalur yang sengaja dibuat dan difungsikan untuk mengalirkan arus listrik yang dibawa oleh petir ke bumi. Tujuannya agar listrik yang besar ini tidak merusak objek-objek yang dilintasinya. Penangkal petir memiliki 3 bagian utama yakni:

  • Batang penangkal petir (splitzen)
  • Kawat konduktor
  • Tempat pentanahan (grounding)

Sistem Kerja Penangkal Petir

Penangkal petir pertama dikembangkan oleh Benjamin Franklin. Bentuknya sangat sederhana yakni berupa batang runcing yang ditempatkan di atap sebuah bangunan. Batang berdiameter 1 inci ini kemudian dihubungkan dengan kawat besar berbahan tembaga atau aluminium dengan diameter serupa. Kabel terhubung ke jaringan konduktif yang ada di dalam tanah di dekatnya.

Banyak orang berpikir bahwa penangkal petir bekerja dengan mencegah petir menyambar. Padahal alat ini menangkap muatan listrik yang muncul dari petir untuk dialirkan ke tanah. Saat petir menggelegar, muatan negatif di bawah awan akan muncul. Di saat yang sama muatan positif di tanah akan tertarik ke atas.

Lewat kabel konduktor, muatan ini naik ke ujung batang penangkal petir. Ketika posisinya sudah cukup dekat, akan terjadi tarik menarik karena keduanya memiliki muatan berbeda. Saat bertemu, akan dihasilkan tegangan listrik besar yang akan dialirkan ke tanah. Dengan begitu, petir tidak akan menyambar bangunan tapi melewati penangkal petir masuk ke dalam tanah. 

Karena sambaran petir masih berpotensi merusak lewat kawat jaringan listrik, maka dibutuhkan penstabil atau surge arrester. Tujuannya adalah agar tidak terjadi ledakan atau kebakaran.

Fungsi Penangkal Petir

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penangkal petir memiliki fungsi untuk melindungi bangunan atau rumah dari sambaran petir langsung, terutama api yang dipicu oleh petir. Karena arus listrik yang datang bersama petir diteruskan ke tanah, efek sambaran juga bisa dihindari. Korsleting arus listrik yang kerap terjadi saat hujan deras juga bisa dihindari dengan adanya penangkal petir.

Pemasangan Penangkal Petir

Dulu penangkal petir adalah alat perlindungan yang belum digunakan secara luas. Ini karena biaya pemasangannya yang cukup tinggi. Namun seiring dengan berjalannya waktu, penangkal listrik semakin terjangkau dan proses pemasangan oleh teknisi listrik juga semakin mudah. Di saat yang sama, kesadaran akan pentingnya penangkal petir juga semakin tinggi.

Untuk memasang penangkal petir, ada prosedur dan standar tertentu yang harus dipenuhi. Ukuran kawat penghantar, nilai resistansi dari grounding yang akan dipakai serta ketinggian splitzen. Adapun langkah-langkah pemasangannya adalah:

Membuat Grounding

Sebagai tempat pelepasan akhir arus listrik, grounding harus memenuhi beberapa kriteria yakni tanah mengandung garam, air dan keasaman yang tinggi. Selanjutnya, bahan yang digunakan sebaiknya merupakan konduktor yang baik seperti baja, stainless dan galvanis. Setelah diukur dengan menggunakan alat khusus, nilai resistansi tahanan maksimal yang diperbolehkan adalah 5 ohm.

Memasang Kabel

Menurut standar SNI, kabel yang dipakai untuk penangkal petir minimal berukuran 50 mm. Saat pemasangan, belokan atau sudut runcing sebaiknya dihindari. Gunakan bentuk melingkar untuk menghindari aliran petir liar di struktur bangunan.

Memasang Splitzen

Cara penyambungan ke ujung penangkal petir berbeda-beda tergantung produsen penangkal petir yang kamu pilih. Namun kabel harus terhubung dengan baik dengan ujung penangkal. 

Setelah mengetahui tentang pentingnya penangkal petir, kamu boleh mempertimbangkan untuk memasangnya di rumah. Kalau masih bingung, kamu bisa konsultasikan kepada kontraktor listrik yang terpercaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top