Cara Hitung Pemakaian Listrik

Agar Lebih Hemat, Begini Cara Menghitung Pemakaian Listrik

Sebagian besar rumah tangga menggunakan listrik jenis prabayar dengan pengisian menggunakan token. Kabarnya, jenis ini memang lebih menguntungkan dibandingkan pascabayar. Cukup mengisi token dan menunggu habis, pun dianggap lebih irit.

Namun, benarkah demikian? Kalau Anda ingin mengetahui apakah pemakaian listrik terbilang irit atau tidak, sudah pasti perlu dilakukan hitung listrik. Terlebih jika Anda merasa tagihan listrik tetap terasa mahal meski telah digunakan secara hemat.

Cara Menghitung Pemakaian Listrik

Menghitung pemakaian listrik pertama bisa Anda lakukan dengan mengetahui golongan listrik rumah. Cek apakah rumah Anda menggunakan listrik 900, 1.300, atau 2.200 VA. Setiap golongan memiliki tarif kWh yang berbeda.

Selanjutnya, penghitungan konsumsi listrik didasarkan pada daerah tempat tinggal Anda. Setiap daerah akan dikenai biaya admin yang berbeda. Lalu, ada pula biaya materai yang diwajibkan untuk pelanggan yang membeli listrik di atas Rp250.000 sebesar Rp6.000. Terakhir adalah Pajak Penerangan Jalan yang nominalnya juga berbeda untuk setiap wilayah. 

Nantinya, Anda akan mendapatkan angka token dari nominal pembelian awal dikurangi dengan biaya yang dibebankan. Sementara itu, jumlah kWh yang Anda dapatkan dihitung dari angka token dibagi dengan biaya per kWh sesuai golongan listrik.

Cara Hitung Listrik Harian

Sekarang, Anda telah mengetahui besaran kWh tempat tinggal dari perhitungan sebelumnya. Lalu, bagaimana jika ingin hitung listrik untuk pemakaian setiap harinya? Berikut langkah-langkahnya.

Rumus sederhana untuk penggunaan listrik adalah daya perangkat (watt) dikalikan dengan durasi pemakaian (jam). Hasilnya (watt) dibagi dengan 1.000 guna mendapatkan satuan kWh, kemudian dikali lagi dengan biaya listrik setiap kWh. Simulasi berikut ini mungkin bisa membantu Anda mendapatkan perhitungan pemakaian listrik per hari:

  • 10 lampu dengan daya 15 watt menyala sekitar 12 jam setiap hari, sehingga 10 x 30 x 12 = 3.600 watt.
  • 2 AC dengan daya 600 watt menyala sekitar 10 jam setiap hari, maka 600 x 10 = 6.000 watt
  • 1 TV dengan daya 50 watt menyala dengan durasi 4 jam setiap hari, sehingga 50 x 4 = 200 watt.
  • 1 kulkas dengan daya 400 watt menyala selama 24 jam setiap hari, perhitungannya yaitu 400 x 24 = 9.600 watt.

Selanjutnya, perhitungan tarifnya adalah sebagai berikut:

  • 3.600 + 6.000 + 200 + 9.600 = 19.400 watt setiap hari.
  • Lalu, bagikan dengan 1.000 supaya bisa mendapatkan satuan kWh, menjadi 19,4 kWh setiap hari.

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membeli listrik dalam sebulan dengan metode hitung listrik tadi? Ambillah ada 30 hari dalam satu bulan, lalu kalikan dengan kWh harian, hasilnya 582 kWh. Anggaplah Anda membeli listrik dengan nominal Rp500.000 dan mendapatkan 300 kWh, jadi Anda perlu membeli listrik sebesar Rp1.000.000 setiap bulannya.

Jadi, meski menggunakan sistem pembelian listrik prabayar dengan pembelian melalui token, bukan berarti Anda bisa berhemat. Sama saja jika Anda terbilang boros penggunaan listrik karena banyaknya perangkat elektronik yang ada di rumah. Sebaiknya, matikan atau cabut semua kabel listrik yang tidak digunakan untuk menghindari pemakaian berlebihan.

Menambah Daya Listrik

Jika memang merasa kebutuhan listrik tinggi sementara golongan listrik di rumah tidak mencukupi, Anda bisa melakukan penambahan daya listrik. Tidak perlu bingung mencari jasa yang tepat, Anda bisa langsung menghubungi Credo.id. 

Selain memberikan pelayanan instalasi dan naik/turun daya baik untuk rumah tangga maupun gedung usaha, Credo.id juga memberikan penawaran harga yang menarik untuk Anda. Tertarik mencoba? Hubungi Credo.id sekarang juga!

1 thought on “Agar Lebih Hemat, Begini Cara Menghitung Pemakaian Listrik”

  1. Pingback: Perbedaan Tarif Listrik Bisnis dan Rumah Tangga - Credo Indoelektra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top