Hemat Listrik

Apa Itu Tegangan Drop?

Tegangan drop merupakan salah satu istilah yang lazim diucapkan mayoritas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ciri yang paling mudah diamati dan menjadi sinyal seseorang mengatakan bahwa tegangan sedang drop adalah ketika cahaya lampu tiba-tiba tidak menyala seterang biasanya dan bukan karena dipengaruhi oleh masa penggunaan lampu tersebut.

Apa Itu Tegangan Drop?

Tegangan jatuh atau tegangan drop merupakan kondisi saat tegangan yang dikirim mengalami penurunan sehingga kuantitasnya tidak sama ketika sampai di titik penerima. Dalam kata lain, tegangan drop adalah beda tegangan yang terjadi di titik sumber listrik sampai ke titik beban.

Tegangan drop tidak selalu terjadi di jaringan rumah, tetapi juga sangat mungkin di sisi jaringan PLN sendiri. Untuk mengetahuinya apakah permasalahannya ada di jaringan rumah atau jaringan PLN, cukup mudah. Jika aliran listrik di kawasan tersebut (seperti rumah tetangga) juga mengalami situasi yang sama, maka hampir dapat dipastikan bahwa isu terjadi di sisi PLN. 

Apa Penyebab Tegangan Drop?

Tegangan drop terjadi karena adanya ketidaksesuaian dari faktor fisik komponen seperti panjang kabel, diameter kabel, tahanan dalam, dan kapasitas.

Makin panjang sebuah konduktor (penghantar arus listrik, dalam hal ini kabel), maka nilai tahanan dalamnya akan makin besar. Dengan begitu, risiko terjadinya tegangan drop pun turut makin besar.

Sementara itu, makin besar luas penampang konduktor (dalam hal ini adalah diameter kabel), makin kecil nilai tahanan dalamnya. Makin besar luas penampang kabel, maka risiko tegangan drop pun makin kecil.

Di samping ukuran panjang dan diameter kabel, jenis konduktor (bagian yang ada di dalam lapisan kulit kabel) juga sangat berpengaruh. Daya hantar tiap material berbeda-beda. Adapun emas dan perak adalah penghantar yang sangat baik, tetapi sangat jarang digunakan karena biayanya yang maal.

Sebagai gantinya, aluminium dan tembaga jadi pilihan yang paling lazim. Namun apabila dilakukan komparasi, tembaga punya daya hantar yang lebih baik dibandingkan aluminium. Dengan begitu, apabila panjang dan diameter konduktor antara aluminium dan tembaga sama, maka tegangan drop di bahan tembaga lebih kecil sehingga kualitasnya lebih baik.

Bahaya Tegangan Drop

Kerusakan pada komponen atau peralatan listrik yang digunakan adalah risiko paling umum atas terjadinya tegangan drop terutama saat dibiarkan berlangsung dalam waktu lama. 

Pasalnya, perangkat tersebut harus bekerja lebih keras, tetapi daya yang tersedia tidak berubah. Kabel pun dapat jadi lebih cepat panas dan terbakar Bahaya tegangan drop bahkan akan jauh lebih besar apabila instalasi listrik dalam lingkungan tersebut tidak dilengkapi MCB.

Perlu diketahui, tegangan drop sebesar 3% saja sudah cukup mengganggu. Maka dari itu, Anda perlu segera melakukan pengecekan dan perbaikan jaringan listrik jika mengalaminya. Oleh karena pekerjaan ini memiliki risiko cukup besar, maka ada baiknya Anda menyerahkan kepada pihak ahlinya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top